Kelas Negarawan Muda

Jakarta Selatan - DKI Jakarta

Kelas Negarawan Muda

Latar Belakang

Politik sejatinya adalah sebuah arena perjuangan terhormat. Nama-nama besar seperti Soekarno, Hatta dan Natsir menjadikan politik sebagai wadah pembentukan karakter mereka sejak usia belia untuk tujuan mulia bagi Indonesia, Merdeka. Terbukti Bung Karno telah mendirikan Partai Nasional Indonesia di umur 26 tahun dan Bung Hatta menjadi ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda pada umur 19 tahun. Politik saat itu diisi oleh negarawan yang memikirkan generasi yang akan datang, bukan sekedar politisi yang berpikir cara memenangkan pemilu mendatang.

Berbeda dengan masa kini, politik di Indonesia semakin mengalami degradasi persepsi hampir di segala lini. Dalam berbagai jajak pendapat publik yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sejak 2004, secara konsisten ditemukan fakta bahwa masyarakat cenderung berpandangan negatif terhadap institusi parpol dan para politisi. Dalam penelitian tersebut ditemukan indikasi bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap politik tidak pernah di atas 40 %.

Ketika diminta menggambarkan parpol dan politisi, dalam berbagai jajak pendapat tersebut, tiga hal yang paling diingat masyarakat semuanya negatif. Biasanya masyarakat selalu mengemukakan bahwa politisi adalah orang yang hanya peduli pada kepentingan pribadinya, banyak berjanji tetapi lebih sering tidak menepatinya, dan lebih suka bicara tentang diri mereka. Dengan ingatan negatif seperti ini, tak mengherankan kalau tingkat kepercayaan publik akan selalu rendah terhadap parpol.

Kemudian jika ditelusuri lebih dalam mengenai persepsi anak muda, sebagian besar berpendapat bahwa politikus cenderung oportunis dan pembohong. Hal tersebut disampaikan Adeline M. Tumenggung dan Yanuar Nugroho dalam penelitiannya Marooned In The Junction: Indonesia Youth Participation in Politics (2005). Banyaknya berita-berita negatif mengenai para pejabat negara berdampak pada hilangnya kepercayaan anak muda kepada dunia politik. Sehingga pembicaraan mengenai politik, terutama politik pemerintahan, menjadi satu isu yang dihindari oleh anak muda.

Kehilangan teladan dalam bernegara juga berpengaruh terhadap rendahnya tingkat partisipasi politik anak muda. Partisipasi politik sendiri didefinisikan oleh Conway (1991) sebagai bentuk keikutsertaan warga Negara dalam ruang lingkup politik, dirancang dan diakui oleh negara, untuk mempengaruhi struktur pemerintahan, keputusan dan kebijakan pemerintah, serta otoritas pemerintah melalui tingkatan yang berbeda (baik pemerintahan lokal maupun nasional).

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi (Demos) Indonesia dan Perkumpulan Pamflet di lima kota besar,  sebanyak 68% anak muda tidak pernah menyuarakan saran/kritiknya terhadap kebijakan di lingkungan terdekat mereka, yaitu di sekolah. Bahkan tercatat bahwa 62% anak muda tidak pernah mengikuti organisasi apapun, baik di tingkat sekolah maupun daerah. Padahal anak muda yang memiliki keaktifan dalam berorganisasi memiliki pengaruh yang positif terhadap partisipasi politik mereka pada saat dewasa. Sedangkan anak muda yang tidak aktif dalam organisasi, akan memiliki kecenderungan 5-10% lebih rendah untuk berpartisipasi politik secara aktif pada saat dewasa.

 

Survei Pamflet, Hivos, Demos

Dampak lain dari kehilangan teladan dalam bernegara adalah generasi muda kehilangan pegangan dan kesulitan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ketika nilai-nilai kebenaran terasa nisbi dan tidak pasti, mereka kemudian mencari nilai-nilai baru diluar jati diri bangsa. Saat itulah paham-paham radikalisme semakin mudah masuk menggerogoti tunas bangsa dan membuat mereka tidak mengenal benteng ideologi pemersatu bangsa Indonesia, Pancasila.

Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian survey yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) Jakarta pada tahun 2010, sebanyak 48,9% siswa di Jabodetabek menyatakan persetujuannya terhadap aksi radikal. Sebagian besar siswa setuju melakukan tindakan-tindakan seperti : Perusakan rumah atau fasilitas anggota aliran keagamaan sesat, penyegelan dan perusakan tempat hiburan malam serta aksi pengeboman yang dilakukan pelaku teroris kepada dunia barat.

Di beberapa kampus perguruan tinggi umum, kecenderungan mahasiswa untuk mendukung tindakan radikalisme juga sangat tinggi. Hal ini terungkap dalam penelitian tentang Islam Kampus yang melibatkan 2.466 sampel mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Ketika para mahasiswa ditanya tentang pelaksanaan amar makruf nahi munkar dalam bentuk sweeping tempat-tempat yang dianggap sumber maksiat, sekitar 65% responden mendukung dilaksanakannya sweeping kemaksiatan dan bahkan 18% responden berpartisipasi aktif.

Dari berbagai latar belakang itulah kami yakin bahwa yang diperlukan saat ini adalah regenerasi negarawan, agar anak muda yang kelak berkiprah dalam kepemimpinan skala nasional adalah pribadi-pribadi yang berkompeten dan memahami aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Target

“Democracy cannot succeed unless those who express their choice are prepared to choose wisely. The real safeguard of democracy, therefore, is education
– Franklin Delano Roosevelt -

Jika pada momentum politik 2014 lalu TurunTangan aktif menggerakkan puluhan ribu relawannya untuk mengadakan diskusi publik membedah visi-misi calon presiden dan terlibat menjadi pengawas pemilu. Selepas momentum tersebut, komunitas relawan TurunTangan terus bergerak dengan harapan dapat membentuk generasi muda Indonesia yang peduli politik dan menjadi warga negara yang baik.

“Kelas Negarawan Muda” diinisiasi sebagai sebuah ikhtiar untuk menjadi landasan lahirnya generasi muda Indonesia yang berjiwa dan berperilaku negarawan. Membekali Siswa-Siswi SMA agar memiliki pemahaman yang benar tentang demokrasi dan mencintai bangsanya sejak dini. Karena kami percaya bahwa melalui metode pembelajaran PPKn yang aktif, konstruktif dan aplikatif maka anak muda yang kelak berkiprah dalam kepemimpinan skala nasional akan menjadi pribadi-pribadi yang memahami berbagai aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Kenapa PPKn?
Karena setiap warga negara Indonesia berhak sekaligus berkewajiban mendapatkan pelajaran kewarganegaraan, PPKn (atau nama lainnya). Namun karena materi yang terasa abstrak dan metode yang cenderung monoton membuat siswa tidak merasa tertarik untuk memahaminya. Padahal pelajaran ini bertujuan membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air sekaligus mengembangkan kualitas siswa sebagai warga negara secara utuh. 

 

Goal

Visi

Kelas Negarawan Muda menjadi landasan lahirnya generasi Indonesia yang berjiwa dan berperilaku negarawan

 

Misi

  • Menciptakan wadah partisipasi aktif pemuda untuk menumbuhkan jiwa negarawan
  • Memberikan edukasi politik dan kewarganegaraan melalui cara yang inovatif dan aplikatif
  • Mendorong pemuda Indonesia untuk bersinergi dan terlibat aktif dalam kegiatan politik

 

Nilai

  • Berpikiran terbuka
  • Integritas
  • Optimis
  • Visioner
  • Inovatif
  • Nasionalis
  • Kerelawanan

Strategi

Kami melakukan pendekatan collaborative learning. Menurut Smith dan MacGregor (1992), pembelajaran kolaboratif adalah sebuah istilah untuk pendekatan pendidikan yang melibatkan peran intelektual siswa dan guru bersamaan.

Secara umum pembelajaran kolaboratif menekankan pada beberapa aspek antara lain : pembelajaran sebagai sebuah proses yang aktif & konstruktif; penggunaan bahan belajar yang lebih kaya konteks; menghargai keberagaman peserta didik dan proses belajar yang tak terpisahkan dengan lingkungan sosial.

Dalam publikasinya, Smith dan MacGregor menyatakan bahwa pembelajaran kolaboratif ini memiliki 3 tujuan besar, yaitu :

  1. Involvement
    Peserta didik diarahkan untuk berpartisipasi aktif, baik secara intelektual maupun sosial. Pendekatan ini akan mampu membangun hubungan yang lebih dekat antara siswa dengan siswa lainnya, dengan pelajarannya dan proses belajarnya.
  2. Cooperation and teamwork 
    Aktivitas peserta didik dirancang dalam tim agar mereka dapat bekerjasama dalam menyelesaikan masalah, saling bertoleransi dalam perbedaan pendapat dan mengasah kemampuan kepemimpinan.
  3. Civic responsibility
    Pembelajaran kolaboratif menekankan keaktifan setiap peserta didik untuk mengeluarkan ide dan pendapat mereka secara demokratis. Dialog, perdebatan yang sehat dan pembangunan konsensus dijadikan pembiasaan sebelum peserta didik terjun menjadi warga yang bertanggungjawab di masyarakat.

 

Relawan yang dibutuhkan

Divisi Kurikulum 

Deskripsi Kerja :

  1. Membuat kurikulum pelajaran yang inovatif dan menyenangkan untuk siswa SMA. Kurikulum tersebut di tuangkan kedalam Rancangan Pokok Pembelajaran (RPP) setiap semester dan juga indikator keberhasilan per bab mata pelajaran.
  2. Membuat Kurikulum pendidikan Relawan Kelas Negarawan Muda. Pembuatan kurikulum berbasis PPKn dan materi lainnya, seperti filsafat, ekonomi, hukum dan sebagainya.
  3. Mempersiapkan project dan produk yang akan diberikan sebagai tugas sekolah siswa SMA sebagai wujud dari inovasi pembelajaran PPKn yang menyenangkan
  4. Menyelenggarakan kegiatan diskusi rutin KNM baik offline maupun online

 Kriteria Relawan :

  1. Tertarik mempelajari administrasi pengajaran seperti RPP, Silabus dll
  2. Tertarik menganalisa dan berpendapat tentang isu-isu terkini
  3. Tertarik mempelajari ilmu-ilmu filsafat, ekonomi, hukum, kebijakan publik dll.
  4. Bersedia bertukar pikiran secara bebas dan terbuka
  5. Inovatif dan kreatif dalam menemukan metode pembelajaran yang menyenangkan untuk PPKn

 

Divisi Manajemen Sumber Daya Relawan

Deskripsi Kerja :

  1. Melakukan perekrutan terhadap relawan baru Kelas Negarawan Muda.
  2. Mengumpulkan database relawan Kelas Negarawan Muda.
  3. Melakukan pemetaan minat, bakat, dan potensi dari masing-masing relawan Kelas Negarawan Muda.
  4. Menyelenggarakan aktivitas yang meningkatkan keakraban di internal Kelas Negarawan Muda.
  5. Menyelenggarakan aktivitas pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas relawan demi menunjang berjalannya Kelas Negarawan Muda.

Kriteria relawan :

  1. Berkomitmen dalam menjalankan peran dari divisi Manajemen Sumber Daya Relawan.
  2. Memiliki kemauan belajar yang tinggi terhadap hal baru, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan Sumber Daya Relawan.
  3. Kreatif dan inovatif dalam menyelenggarakan aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan Sumber Daya Relawan.
  4. Dapat merangkul & bersikap bersahabat terhadap semua relawan.

 

Divisi Hubungan Masyarakat

Deskripsi Kerja :

  1. Menjalin hubungan dengan lembaga pemerintah (Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif) sebagai mitra KNM dalam memberikan pendidikan kewarganegaraan yg inovatif dan aplikatif
  2. Menjalin dan menjaga hubungan dengan tokoh-tokoh yang dinilai bisa mendukung dan menjadi narasumber dalam diskusi dan kegiatan KNM baik online maupun ofline
  3. Menjalin dan menjaga hubungan dengan seluruh komunitas yang sesuai dengan tujuan KNM
  4. Menjalin dan hubungan dengan rekan - rekan media cetak dan elektronik dalam rangka menyebarluaskan semangat KNM.
  5. Menjalin kerja sama dengan SMA baru di dalam dan luar kota, untuk memperluas cakupan KNM demi memenuhi kebutuhan dan rencana yang sudah ditetapkan tim kurikulum.
  6. Menghadiri undangan kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga atau komunitas lain demi menjaga hubungan, membuka peluang kerjasama.

Kriteria relawan :

  1. Mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan dengan baik
  2. Memiliki ketertarikan untuk bergaul dengan berbagai elemen yang berkaitan dengan KNM
  3. Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi
  4. Mampu bekerja dalam tim

 

Divisi Multimedia

Deskripsi Kerja :

  1. Desainer (Mendesain poster, infografis, banner, newsletter dsb) 
  2. Fotografer / Videografer (mendokumentasikan kegiatan KNM, kemudian melakukan finishing hingga materi siap cetak)
  3. Sosial Media (menyiapkan dan mengeksekusi editorial plan untuk semua channel media sosial KNM)

Kriteria Relawan

  1. Memiliki skill dan pengalaman yang mendukung deskripsi kerja yang dipilih
  2. Memiliki kreativitas dan komitmen tinggi
  3. Mampu bekerja sama dalam tim

 

Divisi Dana Usaha

Deskripsi Kerja :

  1. Mengajukan ide merchandise KNM yang memiliki nilai jual dan manfaat
  2. Memetakan peluang sumber dana
  3. Mencari vendor, sponsorship ataupun mitra kerja yang sejalan dengan visi-misi KNM
  4. Membuat kesepakatan dan surat perjanjian untuk setiap vendor/sponsorship/mitra kerja
  5. Membuat branding yang tepat untuk KNM
  6. Menyusun LPJ donasi

 Kriteria Relawan : 

  1. Komunikatif
  2. Dapat bekerja sama dalam tim 
  3. Kreatif & Inovatif
  4. Tekun & Ulet
  5. Memiliki kemampuan lobbying yang baik
  6. Diutamakan yang memiliki pengalaman/pengetahuan dalam marketing

 

Divisi Administrasi

Deskripsi Kerja:

  1. Sekretaris (menyusun proposal & laporan kegiatan, menyusun notulensi rapat & pertemuan)
  2. Bendahara (mencatat cash flow, menyusun laporan keuangan bulanan)

Kriteria Relawan : 

  1. Cermat
  2. Well organized
  3. Berkomitmen terhadap detail organisasi

Timeline


Info & Bantuan?

Silahkan menghubungi melalui SMS: 082114274252 atau email ke relawan@turuntangan.org.

371 Relawan

Tentang Gerakan

Lokasi: Jakarta Selatan - DKI Jakarta

Project Manager: Herry Dharmawan

Keywords: Demokrasi, Pendidikan, Politik, Anak Muda, Siswa, SMA, PPKn.

Kebutuhan Relawan: 50 orang

Project Manager