SWARA DPR (Sapa Wakil Rakyat di DPR)

Bandung (Kota) - Jawa Barat

SWARA DPR (Sapa Wakil Rakyat di DPR)

Latar Belakang

Reses adalah waktu dimana para wakil rakyat, baik itu di tingkat DPR, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota, menemui konsituen mereka dari masing-masing daerah pilihan (dapil). Reses dilakukan 5x dalam setahun dengan anggaran 150 juta setiap kali resesnya, anggaran yang sangat besar tentunya.

Idealnya, reses menjadi ajang para wakil rakyat untuk berinteraksi, membangun komunikasi dan menyerap aspirasimasyarakat. Berikutnya hasil dari reses itu disampaikan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti, baik dalam bentuk kebijakan, program kerja, dukungan anggaran, atau advokasi.

Namun Guru Besar Ilmu Politik UI, Maswadi Rauf, pernah menegaskan dalam sebuah wawancara dengan salah satu media nasional awal tahun 2010, beliau menegaskan “kegiatan di masa reses tidak terukur dan tidak punya pertanggung jawaban atas uang negara yang telah dikeluarkan”. Pengamatan Maswadi itu sepertinya menjadi gejala di semua DPRD se Indonesia. Pun demikian dengan DPR RI.

Dengan minimnya masyarakat yang mengetaui dan mengawal masa reses ini. Jangan sampai anggaran dana yang sudah dialokasikan untuk masa reses tidak setimpal dengan hasil kinerjanya.

.

Target

Dalam rangka memanfaatkan masa reses itu, Turuntangan Bandung membuat sebuah acara bertajuk "SWARA DPR" (Sapa Wakil Rakyat di DPR) acara yang khusus diadakan ketika masa reses tiba, dengan adanya acara SWARA ini, kita ingin membuat sebuah budaya menghampiri wakil rakyat di saat reses dan membangun hubungan dengan wakil rakyat. Dan kami percaya, acara SWARA ini adalah wadah yang tepat bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan wakil rakyatnya, mengkritisi dan saling memberi solusi atas permasalahan dari kondisi faktual yang terjadi.

Goal

Dengan adanya acara SWARA ini, kami berharap lebih banyak masyarakat yang tahu, peduli dan mengawal masa reses ini kedepannya, serta bisa lebih mengenali wakilnya, mengkritisi programnya dan kawal prosesnya.

Strategi

  • Mengadakan acara Talkshow yang menghadirkan narasumber anggota-anggota DPR yang akan menjelaskan apa saja yang sudah, sedang, dan akan dilakukan di masa reses dan masa sidang.
  • Mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir langsung di acara SWARA guna mengeluarkan aspirasi, dan memberi solusi kepada wakil rakyatnya.
  • Mengudarakan langsung acara Talkshow SWARA DPR ini di RRI Pro 1 Bandung 97,6 FM agar masyarakat yang berhalangan hadir bisa mengeluarkan aspirasinya juga dan memberi solusi melalui line telfon dan sms, serta informasi yang ada bisa di terima juga oleh masyarakat di luar sana.

Timeline

SWARA DPR yang sudah berjalan di masa reses sebelumnya :

  • SWARA DPR – Reses Pertama (10 Januari 2015) Narasumber :
  • Popong Otje Djunjunan (Anggota DPR RI Jabar 1 Komisi X, partai Golkar)
  • Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc (Anggota DPR RI Jabar 1 Komisi VIII, partai Gerindra)
  • Ledia Hanifa Amaliah, S.Si. M. Psi (Anggota DPR RI Jabar 1 Komisi VIII, partai PKS)
  • Titi Anggraini, S.H. M.H (Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi)
  • SWARA DPR – Reses Kedua 2.1 (14 Maret 2015) Narasumber :
  • Agung Budi Santoso, SH. MM (Anggota DPR RI Jabar 1 Komisi V, partai Demokrat)
  • Adiyana Slamet, M.Si (Pengamat Komunikasi Politik FISIP Unikom)
  • SWARA DPR – Reses Kedua 2.2 (21 Maret 2015) Narasumber :
  • Popong Otje Djunjunan (Anggota DPR RI Jabar 1 Komisi X, partai Golkar)
  • Arief Suditomo, SH. MA (Anggota DPR RI Jabar 1 Komisi I, partai Hanura)

Untuk acara SWARA DPR berikutnya akan di sesuaikan dengan masa reses yang akan datang, dengan perkiraan :

  • SWARA DPR 3 – Minggu kedua di reses ketiga (Mei 2015)
  • SWARA DPR 4 – Minggu kedua di reses keempat (Agustus 2015)
  • SWARA DPR 5 – Minggu kedua di reser Kelima (Oktober 2015)

.


Info & Bantuan?

Silahkan menghubungi melalui SMS: 082114274252 atau email ke relawan@turuntangan.org.

88 Relawan

Tentang Gerakan

Lokasi: Bandung (Kota) - Jawa Barat

Project Manager: Danil Lesmana

Keywords: Let's Make a Voice Not Noise, Politik, DPR, Pengawasan, Reses.

Kebutuhan Relawan: 50 orang

Project Manager