TurunTangan Bandung (Kota)

Bandung (Kota) - Jawa Barat

Bandung (Kota)

Tentang TurunTangan Bandung (Kota)

Aktivitas dari TurunTangan Bandung (@turuntanganBDG / TT-BDG) dimulai dari dibuatnya Group Facebook “Relawan TurunTangan Bandung” sekitar pertengahan tahun 2013. Dari grup tersebut, beberapa orang berinisiatif untuk melalukan pertemuan offline pada bulan November 2013. Semenjak pertemuan tersebut, para anggota TT-BDG rutin mengadakan pertemuan untuk mengonsolidasikan kekuatan. TT-BDG akhirnya mulai berani membuat beberapa kegiatan mulai dari bulan Desember 2013 antara lain :

  1. Aksi Simpatik Hari Ibu Nasional (22 Desember 2013)
  2. Diskusi Kebangsaan mengenai Tantangan Komunitas ASEAN 2015 bersamaan dengan Tur ‘3000 Km Nyalakan Harapan’ Anies Baswedan (Januari 2014)
  3. Diskusi Kebangsaan mengenai bersama Anies Baswedan di Saung Udjo (Februari 2014)
  4. Try Out UN SMA Se-Bandung “UN? Hadapi!” (30 Maret 2014)
  5. Aksi #MemilihOptimis
  6. Aksi #SemangatAntiKorupsi
  7. Dialog “Kampanye Sehat”

Perlu diketahui bahwa kegiatan-kegiatan TT-BDG saat itu sangat berkaitan dengan proses Konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat, dimana Anies Baswedan (inisiator gerakan TurunTangan) tengah maju peserta konvensi tersebut. Dengan berakhirnya proses Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat tersebut, gerakan TurunTangan secara umum harus mencari arah gerak yang baru. TT-BDG saat itu berinisiatif untuk membuat suatu pertemuan akbar bagi seluruh anggota TT-BDG untuk menentukan kemana arah TT-BDG selanjutnya. Pertemuan tersebut diberi nama “Gathering Relawan TT-BDG #NextStep”.

Misi & Strategi

Gathering tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Juni 2014 di Basecamp TT-BDG, Jalan Cisokan Baru no.4, Bandung. Gathering tersebut dihadiri oleh kurang lebih 48 anggota TT-BDG dan menghasilkan keputusan :

TT-BDG sebagai bagian dari gerakan TurunTangan se-Indonesia bertekad untuk terus melanjutkan semangat TurunTangan yang telah diinisiasi oleh Anies Baswedan terlepas dari perkembangan politik yang berlangsung saat ini. TT-BDG akan tetap melanjutkan gerakan TurunTangan dengan menegaskan Mission Statement : “TurunTangan menjadi wadah untuk bergerak bersama untuk ikut membangun negeri, yang dilandasi pemikiran bahwa permasalahan di Indonesia tidak bisa diselesaikan oleh satu orang saja, dan dengan keinginan bahwa gerakan ini bisa menumbuhkan harapan untuk Indonesia yang lebih baik, serta bisa menjadi inspirasi/contoh bagi tumbuhnya gerakan-gerakan lain di negeri ini.”.

Dalam menjalankan misi tersebut, TT-BDG akan bergerak dalam bidang sosial politik dengan cara :

  1. Melakukan pembibitan bagi orang-orang yang berintegritas dan peduli terhadap permasalahan di Indonesia dan mendorong orang-orang tersebut untuk ikut berperan dalam kegiatan politik
  2. Melakukan pencerdasan politik kepada masyarakat untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap dunia politik dengan harapan kepedulian masyarakat terhadap masalah politik meningkat dan kontrol sosial dari masyarakat terhadap pemerintahan semakin besar.

Struktur Organisasi

Sebagai kelanjutan pertemuan akbar tersebut, dilakukan gathering-gathering lanjutan yaitu “Gathering Relawan #2ndStep” yang membahas mengenai program-program kerja apa saja yang akan dilakukan oleh TT-BDG dan “Gathering Relawan #3rdStep” yang membahas struktur organisasi dari TT-BDG.

Mengenai struktur organisasi dari TT-BDG hasil dari Gathering Relawan #3rdStep, diputuskan bahwa TT-BDG memiliki satu koordinator utama yaitu Indradarma Adiwibowo. Koordinator Utama tersebut selanjutnya bertugas membentuk tim formatur untuk menyusun struktur organisasi TT-BDG. Dari rapat tim formatur, ditetapkan bahwa TT-BDG akan menganut sistem project-based organization yang bentuknya kurang lebih sebagai berikut :

Struktur ini terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu :

  1. Program Management Office (PMO)

Bertugas untuk membantu dan mengontrol para program leader serta mengurus hal-hal yang bersifat administratif dari seluruh aktivitas TT-BDG

  1. Program Leader

Bertugas untuk membentuk tim khusus yang berfokus pada keberlangsungan program dan memastikan seluruh tujuan dan KPI (Key Performance Indicator) dari program tersebut terpenuhi

Job Description dari posisi-posisi di PMO :

  1. Koordinator Utama
    1. Memimpin dan mengkoordinasi TT-BDG sesuai dengan struktur yang telah dibuat
    2. Memastikan seluruh fungsi dalam struktur organisasi TT-BDG dapat bekerja dengan baik
  2. Sekretaris & Administrasi
    1. Mengurus hal-hal yang berhubungan dengan administrasi dan paperwork
    2. Memastikan setiap pertemuan terdokumentasi dengan baik dan menyimpan segala bentuk dokumentasi acara (notulensi, foto, video, dll.) dengan baik
    3. Menyimpan dan mendata semua surat masuk dan surat keluar yang resmi dari TT-BDG
  3. Bendahara & Keuangan
    1. Mengatur pemasukan dan pengeluaran dari seluruh aktivitas TT-BDG
    2. Merencanakan strategi pendanaan yang tetap (di luar sponsorship acara) untuk memastikan keberjalanan aktivitas TT-BDG
    3. Menjaga kas TT-BDG tetap terisi
  4. Personalia / Manajemen SDM
    1. Membantu program leader dalam mencari relawan untuk mengerjakan program-program yang ada
    2. Mengkoordinasi para moderator dari grup2 komunikasi (WA, Line, BBM)
    3. Meningkatkan keberaktivitasan dan kesolidan dari para relawan secara umum
    4. Mengelola database relawan
  5. Hubungan Masyarakat
    1. Membantu program leader dalam mempublikasikan program-program yang ada
    2. Mengkoordinasi para administrator dari media-media sosial TT-BDG (Twitter, Facebook, Web Relawan, Tumblr, dll.)
    3. Menjalin dan menjaga relasi dengan para stakeholder TT-BDG (Komunitas-komunitas, donatur-donatur, media, dll.)

Program TT-BDG

Saat ini, ada beberapa program yang sedang dijalankan oleh TT-BDG, antara lain :

  1. Pengembangan aplikasi ‘KamanaWe.id’

Aplikasi ini adalah alat bantu bagi masyarakat untuk mencari tahu rute transportasi publik yang perlu diambil untuk berjalan-jalan di Kota Bandung. Diharapkan aplikasi ini dapat mempermudah masyarakat untuk menggunakan transportasi publik sehingga pada akhirnya dapat mengurangi penggunakan transportasi pribadi di Kota Bandung. Hal ini diharapkan pada akhirnya dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Bandung.

Project Leader : Primawan Satrio Bindono

  1. Program dialog masa reses ‘SAPA WAKIL RAKYAT’

Program ini berbentuk dialog rutin antara masyarakat dengan Anggota Legislatif secara rutin setiap masa reses dari Anggota Legislatif tersebut. Hal ini dilakukan untuk membuat masyarakat peduli dengan masa reses ini karena setiap masa reses, anggota legislatif ini mendapatkan dana dari APBN yang jumlahnya cukup besar. Untuk memastikan dana tersebut dipakai dengan efektif, maka masyarakat harus berinisiatif untuk menemui anggota legislatif tersebut untuk menyampaikan suara mereka.

Program ini sudah dijalankan sebanyak dua kali, yaitu pada bulan Januari pada masa reses DPR-RI yang pertama, dan pada bulan Maret pada masa reses DPR-RI yang kedua. Keduanya dilakukan bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia cabang Bandung. Kedepannya tidak dialog ini tidak akan menghadirkan anggota legislatif nasional juga, tetapi juga anggota legislatif daerah.

Project Leader : Danil Lesmana

  1. Dialog rutin di RRI Bandung ‘TurunTangan Mengudara’

Program ini juga bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia cabang Bandung, dimana kali ini dialog dilakukan antara anggota-anggota TT-BDG dengan narasumber terkait untuk membicarakan isu-isu yang sedang hangat dibicarakan masyarakat. Dialog ini rencanakan dilakukan sebulan sekali di RRI Bandung saluran Pro Dua.

Program ini sudah pernah dilakukan sekali pada bulan maret yang membahas mengenai masalah ‘Masyarakat Ekonomi Asean 2015’.

Project Leader : Ramli Yana

Inisiatif TurunTangan Bandung (Kota)

  • SWARA DPR (Sapa Wakil Rakyat di DPR...

    SWARA DPR (Sapa Wakil Rakyat di DPR...

    Bandung (Kota) - Jawa Barat

    Reses adalah waktu dimana para wakil rakyat, baik itu di tingkat DPR, maupun DPRD provinsi dan kabupaten/kota, menemui konsituen mereka dari...

    Gabung
  • KamanaWe.id

    KamanaWe.id

    Bandung (Kota) - Jawa Barat

    Masalah kemacetan di kota-kota besar di Indonesia adalah masalah besar yang dihadapi penduduk sehari-hari. Penyebabnya, tak lain karena kend...

    Gabung

2

Gerakan

Profil Pengurus